Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mulai melangkah strategis dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa dengan menjajaki kolaborasi bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di bawah Kementerian Keuangan. Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi aktif civitas akademika Unismuh dalam audiensi daring terkait program 'The Plantationpreneurs Festival 2026' yang berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026.

Program bertajuk “Menanam Inovasi, Menumbuhkan Wirausaha Muda untuk Masa Depan” ini menjadi platform strategis bagi perguruan tinggi untuk mengonversi hasil riset mahasiswa menjadi produk bisnis yang bernilai jual tinggi. Fokus utama program ini menyasar pemanfaatan komoditas unggulan nasional seperti kelapa, kelapa sawit, dan kakao sebagai bahan baku utama maupun campuran dalam sebuah inovasi produk.

Perwakilan Direktorat Hukum dan Kerja Sama BPDP, Fery Taryana, menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan komprehensif bagi mahasiswa, mulai dari penyusunan proposal bisnis hingga proses inkubasi. Hal ini bertujuan agar gagasan bisnis yang lahir dari lingkungan kampus tidak sekadar berhenti di atas kertas, melainkan memiliki daya saing pasar yang mumpuni melalui penguatan izin, pemasaran, hingga akuntabilitas usaha.

Delegasi Unismuh Makassar yang dipimpin oleh Wakil Rektor I, Prof Andi Sukri Syamsuri, bersama Ketua LP3M, Dr Muh. Arief Muhsin, menyatakan antusiasmenya terhadap program ini. Dalam diskusi teknis, pihak Unismuh mengeksplorasi potensi integrasi komoditas lokal seperti kemiri dengan bahan baku utama program, yang disambut baik oleh BPDP sebagai bentuk kreativitas inovasi produk yang bernilai tambah.

Rangkaian program ini akan berpuncak pada gelaran festival luring di berbagai kota besar, termasuk Makassar yang dijadwalkan pada akhir Agustus 2026. Bagi Unismuh, keterlibatan dalam inisiatif ini merupakan perwujudan komitmen kampus dalam mendukung hilirisasi riset, sekaligus mencetak wirausahawan muda yang tangguh dalam mendukung sektor perkebunan nasional.