PT Jababeka Tbk (KIJA), melalui entitas anak usahanya PT Graha Buana Cikarang, terus memperkuat posisi di sektor properti komersial dengan mengandalkan proyek Jababeka Bizpark. Inisiatif ini dirancang sebagai fasilitas pergudangan multifungsi yang fleksibel, guna menjawab kebutuhan ruang usaha yang kian dinamis bagi pelaku bisnis logistik, e-commerce, hingga perkantoran.
Hingga saat ini, proyek yang telah diluncurkan sejak tahun lalu tersebut berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 270 unit. Dengan rentang harga antara Rp 1,65 miliar hingga Rp 2,5 miliar per unit, perusahaan kini tengah melakukan proses serah terima kepada para pemiliknya. Konsep 'bangunan multiguna' yang diusung memungkinkan unit tersebut beralih fungsi secara praktis, mulai dari studio konten untuk pedagang daring hingga ruang operasional restoran.
Direktur PT Graha Buana Cikarang, Ivonne Anggraini, menjelaskan bahwa Jababeka Bizpark hadir sebagai solusi strategis bagi para pengusaha yang membutuhkan ruang usaha dengan skala lebih efisien. Meski kontribusi terhadap total nilai penjualan (marketing sales) masih relatif kecil dibandingkan penjualan lahan industri besar, proyek ini dinilai krusial dalam mengakomodasi kebutuhan pelaku bisnis tahap awal atau perusahaan pendukung lainnya.
Melihat potensi pertumbuhan ke depan, pengembang berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas di sekitar kawasan Jababeka Bizpark, termasuk rencana pembangunan Jababeka Factory Outlet. Selain itu, perusahaan juga tengah memfokuskan perhatian pada pengembangan Jababeka 9, yang diproyeksikan sebagai fase terakhir dari kawasan industri Jababeka secara keseluruhan.
Meskipun target marketing sales tahun ini dipatok sebesar Rp 1,8 triliun, pihak manajemen belum merinci detail realisasi terkini maupun kontribusi spesifik dari tiap proyek. Fokus utama saat ini tetap tertuju pada penyelesaian pengembangan kawasan dan optimalisasi solusi ruang usaha yang adaptif terhadap perkembangan pasar modern.