Universitas Airlangga (Unair) kembali menegaskan komitmennya dalam kancah internasional melalui penyelenggaraan program Sustainable Energy and Green Technology Applications (SEGTA) 2026. Diinisiasi oleh Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM), agenda tahunan ini memadukan inovasi teknologi ramah lingkungan dengan pengabdian masyarakat lintas negara sebagai wujud nyata Tridarma Perguruan Tinggi.
Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak positif yang konkret bagi masyarakat global. Kolaborasi ini mempertemukan mahasiswa Unair dengan mahasiswa asing dari berbagai negara, seperti Prancis, Pakistan, Thailand, Tiongkok, hingga Hong Kong, guna merumuskan solusi atas permasalahan lingkungan yang dihadapi warga lokal.
Lebih lanjut, pihak rektorat berharap program serupa dapat diadopsi oleh fakultas-fakultas lain di lingkungan Unair agar upaya internasionalisasi kampus semakin merata. Selain SEGTA, Unair juga aktif menginisiasi program berskala global lainnya, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Australia, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.
Dekan FTMM Unair, Prof. Dr. Ir. Retna Apsari, M.Si., IPM., ASEAN Eng., memaparkan bahwa fokus utama SEGTA tahun ini diarahkan ke Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep. Di lokasi tersebut, para peserta berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk menerapkan sistem energi bersih, memberikan edukasi mengenai pemanfaatan energi surya, serta menjaga kelestarian ekosistem lokal.
Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, SEGTA terbukti menjadi media efektif bagi mahasiswa asing untuk mempelajari kebudayaan lokal sekaligus menyumbangkan keahlian teknologi mereka. Langkah ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) dalam mempercepat transisi energi bersih dan memperkokoh kemitraan global.