Upaya pencarian selama dua pekan terhadap Arifin Nurohmat (18) dan Yufaidin (15), dua remaja asal Dusun Krinjing, Wonosobo, berakhir dengan duka mendalam. Keduanya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dasar jurang dengan kedalaman mencapai 284 meter di kawasan Curug Tiga, lereng Gunung Bismo, pada Minggu (12/7/2026).
Penemuan tersebut terjadi secara tidak terduga oleh tim dari Wanadri yang melakukan penyisiran mandiri di Blok Sidongkal, sehari setelah operasi SAR gabungan resmi dihentikan. Camat Watumalang, Arief Hardiyanto, mengonfirmasi bahwa medan yang sangat terjal dan curam menjadi kendala utama dalam proses evakuasi yang memakan waktu berjam-jam tersebut.
Tim SAR gabungan terpaksa menerapkan teknik vertical rescue dengan peralatan khusus untuk mengangkat jenazah dari dasar jurang menuju Posko Sembrani. Kondisi geografis yang ekstrem ditambah minimnya pencahayaan saat mendekati malam hari membuat operasi penyelamatan berlangsung sangat menantang bagi para relawan di lapangan.
Pasca-evakuasi, kedua jenazah segera dilarikan ke RSUD Setjonegoro untuk proses identifikasi oleh Tim Inafis Polres Wonosobo serta pemeriksaan medis menyeluruh. Hasil pemeriksaan memastikan tidak adanya unsur kekerasan, dengan temuan cedera fisik berupa patah tulang dan benturan yang konsisten dengan insiden terjatuh dari ketinggian.
Pemerintah desa setempat telah melakukan pendampingan kepada keluarga korban untuk menyampaikan kabar duka ini. Dengan ditemukannya kedua remaja yang sempat dilaporkan pergi tanpa pamit sejak 30 Juni 2026 tersebut, seluruh rangkaian operasi pencarian yang melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur ini dinyatakan resmi ditutup.