Kabar duka menyelimuti sektor industri tanah air seiring berpulangnya tokoh bisnis sekaligus politisi senior, Rachmat Gobel, pada Jumat (10/7/2026) dini hari di RS Brawijaya Tebet, Jakarta. Kepergian sosok berusia 63 tahun ini meninggalkan kesan mendalam bagi dunia usaha Indonesia yang mengenalnya sebagai pendorong utama kemajuan sektor manufaktur.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya mendiang. Menurut Shinta, Rachmat Gobel merupakan figur krusial yang konsisten mengedepankan inovasi serta pengembangan sumber daya manusia guna meningkatkan daya saing bangsa di pasar global.
"Dunia bisnis Indonesia kehilangan salah satu tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan industri nasional. Beliau berhasil menunjukkan bagaimana dunia usaha dapat berjalan selaras dengan pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri kita," ujar Shinta dalam pernyataannya.
Bagi Apindo, rekam jejak mendiang menjadi cerminan bahwa dunia usaha tidak sekadar mengejar pertumbuhan profit, tetapi juga memikul tanggung jawab sosial dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkokoh ekonomi nasional. Pemikiran strategis Rachmat Gobel dinilai akan terus relevan dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha di tanah air.
Sebagai informasi, Rachmat Gobel merupakan generasi kedua dari keluarga Gobel Group yang melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari sang ayah, Thayeb Mohammad Gobel. Selain dedikasinya di sektor swasta, mendiang juga memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan, di antaranya pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan serta Wakil Ketua DPR RI.