Dyson kembali mempertegas posisinya di segmen peralatan rumah tangga mewah melalui peluncuran Dyson Spot+Scrub AI. Sebagai lini robot penyedot debu paling mutakhir dari perusahaan asal Inggris tersebut, perangkat ini menggabungkan kecerdasan buatan dengan sistem pembersihan yang presisi untuk memenuhi kebutuhan hunian modern.

Salah satu nilai jual utama yang diusung adalah penggunaan teknologi siklon khas Dyson pada sistem pembuangan debu di stasiun pengisian daya (docking station). Berbeda dengan kompetitor yang umumnya menggunakan kantong debu sekali pakai, sistem ini memanfaatkan gaya sentrifugal untuk memisahkan kotoran, sehingga pengguna tidak lagi dibebani biaya operasional tambahan untuk suku cadang.

Untuk navigasi dan deteksi hambatan, Dyson menyematkan sistem kamera yang dipadukan dengan pencahayaan LED hijau. Seluruh proses pemetaan ruangan serta pengenalan objek, seperti kabel atau mainan yang berserakan di lantai, dilakukan secara mandiri di dalam perangkat (on-device) untuk menjaga keamanan privasi data pengguna.

Fitur pengepelan pada perangkat ini juga mendapatkan sentuhan inovatif melalui penggunaan mekanisme roller mop. Komponen ini dilengkapi dengan sistem pembersihan otomatis menggunakan air panas bersuhu 60 derajat Celsius dan pengering udara hangat, serta mampu terangkat secara otomatis saat mendeteksi permukaan karpet agar tetap kering.

Meski menawarkan performa daya isap dua kali lipat lebih kuat dibandingkan seri 360 Vis Nav, perangkat dengan banderol Rp18,8 juta ini memiliki tinggi bodi sekitar 10 sentimeter, yang mungkin memerlukan ruang cukup luas untuk kolong furnitur. Kehadirannya kini menambah ketat persaingan pasar robot vacuum kelas atas di Indonesia, berhadapan langsung dengan pemain mapan lainnya seperti Dreame dan Ecovacs.