Menjaga kesehatan tubuh di era modern kini tidak lagi sekadar tentang pola makan sehat dan olahraga teratur. Kunci utama kebugaran yang hakiki terletak pada keseimbangan antara kesehatan fisik, kestabilan emosi, serta kekuatan spiritual seseorang. Hal tersebut menjadi bahasan utama dalam kegiatan edukasi kesehatan masyarakat di Kabupaten Sleman.
Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), Zaenal Muttaqien Sofro, memaparkan pentingnya konsep kesehatan holistik ini di hadapan ratusan warga. Kegiatan sosialisasi tersebut dikemas dalam forum Kajian Ahad Kliwon yang berlangsung di kawasan Ngablak, Kapanewon Turi, Sleman.
Dalam pemaparannya, Zaenal menjelaskan bahwa dunia medis modern melihat manusia secara menyeluruh, yang meliputi dimensi biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Ia menyoroti banyaknya kasus penyakit kronis di tengah masyarakat yang berakar dari ketidakmampuan mengelola stres dan menjaga ketenangan batin. Menurutnya, kesehatan fisik sangat dipengaruhi oleh kondisi pikiran yang jernih dan hati yang tertata dengan baik.
Sebagai langkah pencegahan yang mudah dan murah, Zaenal menyarankan beberapa kebiasaan sederhana sehari-hari. Mulai dari memperbanyak konsumsi air putih, menghindari duduk terlalu lama dengan aktif bergerak, hingga memanfaatkan setiap gerakan salat secara optimal sebagai sarana peregangan fisik guna memperlancar aliran darah.
Lebih lanjut, ia juga mengaitkan pentingnya menjaga kesehatan hati dengan beberapa tuntunan dalam kitab suci yang selaras secara ilmiah. Pendekatan integratif ini sejalan dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mendefinisikan kesehatan sebagai kesejahteraan menyeluruh pada aspek fisik, mental, dan sosial. Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan mampu mengubah gaya hidup secara menyeluruh dengan memadukan aspek medis, ibadah, dan hubungan sosial.