Perusahaan ritel bahan bakar asal Uni Emirat Arab, ADNOC Distribution, resmi mencapai kesepakatan strategis untuk mengakuisisi unit bisnis hilir Shell di Afrika Selatan. Nilai akuisisi perusahaan tersebut diperkirakan mencapai US$ 1 miliar, menjadikannya langkah ekspansi internasional terbesar bagi ADNOC sejauh ini.
Langkah korporasi ini mencakup pengambilalihan Shell Downstream South Africa (SDSA) yang meliputi jaringan 580 stasiun pengisian bahan bakar, sektor grosir, bisnis bahan bakar penerbangan, hingga operasional pelumas. Dengan integrasi ini, jaringan operasional ADNOC Distribution akan melonjak sebesar 55 persen, mencakup total 1.600 lokasi, serta mendongkrak volume penjualan bahan bakar secara global hingga 20 persen.
Afrika Selatan kini menjadi negara keempat bagi ADNOC Distribution dalam peta bisnis mereka, melengkapi kehadiran perusahaan di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Mesir. CEO ADNOC Distribution, Bader Saeed Al Lamki, menegaskan bahwa perusahaan terus mengejar ambisi pertumbuhan yang agresif dengan membidik pasar potensial lainnya di wilayah Afrika dan Asia Tenggara.
Untuk mematuhi regulasi Pemberdayaan Ekonomi Kulit Hitam Berbasis Luas di Afrika Selatan, ADNOC nantinya akan menguasai 72 persen saham, sementara sisanya 28 persen akan dialokasikan kepada mitra lokal serta skema opsi saham bagi karyawan. Meskipun telah beralih kepemilikan, ADNOC memutuskan untuk tetap mempertahankan merek Shell pada stasiun pengisian bahan bakar dan produk pelumas melalui perjanjian lisensi jangka panjang, guna menjaga loyalitas pelanggan yang telah terbentuk selama lebih dari satu abad.
Dari sisi finansial, manajemen ADNOC Distribution memproyeksikan akuisisi ini akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan, termasuk potensi peningkatan laba bersih dan penguatan pembayaran dividen bagi para pemegang saham di tahun-tahun mendatang.