Gunung Ile Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Selasa (7/7/2026) malam, tepatnya pukul 21.52 Wita, gunung api tersebut dilaporkan mengalami erupsi yang disertai suara dentuman cukup keras.

Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Jefri Pugel, menyatakan bahwa letusan tersebut terekam melalui seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 40 mm. Durasi letusan tercatat berlangsung selama 1 menit 19 detik. Meski kolom abu vulkanik tidak teramati secara visual akibat kondisi malam hari, dampak getaran dari erupsi tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar lereng gunung.

Kepepanikan sempat melanda warga Desa Jontona saat suara gemuruh yang lebih dahsyat dari biasanya terdengar. Maksimus, salah seorang warga setempat, menuturkan bahwa getaran akibat dentuman tersebut membuat bangunan rumahnya terasa bergetar, memaksanya untuk segera keluar rumah demi memastikan situasi keamanan.

Hingga saat ini, pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Ile Lewotolok berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat lokal maupun wisatawan diminta untuk tetap waspada dan mematuhi larangan beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi guna mengantisipasi risiko bahaya susulan.