Proses evakuasi seorang pendaki asal Bekasi di Gunung Gede Pangrango berlangsung dramatis setelah ia dilaporkan mengalami kondisi fisik yang memburuk. Pendaki yang diketahui bernama Roby tersebut dilaporkan tidak mampu melanjutkan perjalanan akibat keram kaki yang parah saat berada di sekitar Pos 3 Buntut Lutung pada Minggu (28/6/2026).
Relawan yang bertugas di lapangan harus bekerja ekstra keras karena keterbatasan akses dan kondisi fisik pendaki. Dalam rekaman video yang beredar, tim penyelamat tampak menggunakan metode tandu darurat bermodalkan sarung yang diikatkan pada dua bilah kayu untuk mengevakuasi pendaki tersebut menuju titik aman.
Ali, salah seorang relawan yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut, menjelaskan bahwa pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan adanya pendaki yang mengalami mati rasa. Tim membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk memastikan korban dapat mencapai lokasi aman guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Di sisi lain, pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melalui juru bicaranya, Agus Deni, menyatakan bahwa instansinya saat ini masih menelusuri detail insiden tersebut. Pihak otoritas taman nasional masih melakukan verifikasi lapangan, termasuk memastikan apakah pendaki tersebut memiliki izin resmi untuk melakukan pendakian atau sebaliknya.