Era kejayaan startup dengan valuasi fantastis di Indonesia, yang sempat memuncak pada periode 2018-2020, kini telah memasuki fase konsolidasi yang menantang. Perusahaan teknologi yang sebelumnya mengandalkan model pertumbuhan agresif melalui 'bakar uang' kini dipaksa beradaptasi dengan realitas pasar yang menuntut profitabilitas nyata dan efisiensi operasional jangka panjang.
Grup GoTo, sebagai entitas raksasa hasil merger Gojek dan Tokopedia, menjadi representasi perubahan ini. Setelah mencatatkan EBITDA yang disesuaikan positif sebesar Rp2 triliun pada 2025, lini bisnis mereka mulai menunjukkan kontribusi laba bersih yang signifikan pada awal 2026. Meski sempat diterpa isu restrukturisasi internal, manajemen Tokopedia menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan optimalisasi operasional, bukan sekadar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Di sisi lain, pemain sektor travel, Traveloka, menunjukkan resiliensi yang impresif seiring pulihnya sektor pariwisata. Meski demikian, perusahaan tetap melakukan efisiensi strategis melalui relokasi tim teknologi ke luar negeri guna menekan beban biaya. Sejalan dengan itu, Bukalapak kini telah menanggalkan identitasnya sebagai marketplace C2C dan bertransformasi menjadi perusahaan pengelola portofolio teknologi yang berfokus pada ekosistem Mitra Bukalapak, gaming, serta investasi.
Pemain di sektor keuangan digital seperti DANA, Ajaib, dan Xendit juga menempuh jalur diversifikasi yang berbeda. DANA kian memperkuat penetrasi pembayaran lintas negara (QR Cross-Border), Ajaib beralih menjadi platform pialang aset kripto, sementara Xendit tetap konsisten mengokohkan infrastruktur pembayaran B2B. OVO, yang kini berada di bawah kendali penuh Grab, juga telah memfokuskan model bisnisnya pada monetisasi layanan keuangan bernilai margin tinggi seperti kredit produktif dan asuransi mikro.
Perubahan drastis ini menandai berakhirnya masa 'bulan madu' startup di Indonesia. Fokus utama para pelaku industri kini bukan lagi sekadar mengejar valuasi, melainkan membuktikan keberlanjutan bisnis melalui disiplin fiskal dan inovasi layanan yang mampu menyentuh kebutuhan nyata pasar domestik maupun regional.