Upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Bojonegoro kini memasuki babak baru melalui kolaborasi strategis antara Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) dan pemerintah daerah setempat. Melalui sarasehan bertajuk "Membangun Generasi Unggul Dimulai dari Keluarga dengan Konsumsi Protein Asal Hewani", kedua belah pihak menegaskan komitmen untuk menyatukan peran akademisi dan instansi pemerintah dalam menciptakan generasi masa depan yang bebas dari masalah gizi kronis.
Dekan FKH UNAIR, Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes., menekankan bahwa program ini merupakan perwujudan nyata dari Tri Dharma perguruan tinggi. Pihaknya tidak hanya berfokus pada pendampingan peternak bebek melalui penguatan manajemen produksi dan hilirisasi produk, tetapi juga melakukan intervensi kesehatan langsung. Melalui keterlibatan multidisiplin ilmu, tim dari UNAIR telah melakukan skrining antropometri di delapan sekolah dasar guna mendapatkan data akurat yang nantinya akan menjadi landasan kebijakan kesehatan di Bojonegoro.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyambut baik inisiatif tersebut. Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu, Dr. Hj. Sri Budi Cantika Yuli, menyoroti pentingnya mengoptimalkan potensi peternakan lokal sebagai sumber protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat. Menurutnya, edukasi yang diberikan oleh para pakar dari UNAIR menjadi katalis penting agar pola konsumsi keluarga berbasis protein hewani dapat semakin meningkat.
Senada dengan hal tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro turut berkomitmen memastikan ketersediaan pangan asal hewan yang aman dan berkualitas. Sinergi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya berhenti pada edukasi, tetapi mampu menciptakan ekosistem pencegahan stunting yang berkelanjutan. Model kolaborasi berbasis data dan pemberdayaan masyarakat ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi daerah lain dalam upaya mewujudkan generasi Indonesia yang lebih unggul dan berdaya saing tinggi.