Turnamen sepak bola tingkat lokal dinilai memegang peranan penting dalam mendorong perekonomian masyarakat sekaligus menjadi sarana hiburan yang sehat. Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Banten, Andra Soni, saat menghadiri laga final Open Turnamen Sepak Bola Maung Cup 3 yang berlangsung di Lapangan IMK Curug Sari, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.

Andra Soni menyatakan kegembiraannya dapat membaur bersama ribuan warga yang memadati area pertandingan. Menurutnya, antusiasme tinggi dari masyarakat membuktikan bahwa sepak bola adalah olahraga rakyat yang mampu menyatukan berbagai elemen sekaligus menghidupkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi acara.

Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten, Ahmad Syaukani, mengungkapkan bahwa iklim persepakbolaan daerah saat ini menunjukkan tren perkembangan yang sangat positif. Prestasi sepak bola Banten pun terus menanjak di tingkat nasional, salah satunya dengan meraih peringkat ketiga pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025, serta posisi runner-up pada ajang Piala Soeratin tahun ini yang diwakili oleh tim asal Kota Tangerang.

Ketua Panitia Maung Cup 3, Yusuf Bahtiar, menjelaskan bahwa turnamen ini digelar untuk mewadahi besarnya minat masyarakat terhadap sepak bola. Penyelenggaraan kompetisi secara rutin diharapkan mampu menjaring dan membina bibit-bibit pesepak bola profesional masa depan langsung dari wilayah Kecamatan Jawilan dan sekitarnya.

Pertandingan final yang dinantikan tersebut mempertemukan dua tim kuat, yakni Persako dari Desa Kareo melawan klub Ratu dari Desa Majasari. Laga penutup ini berakhir dengan kemenangan klub Ratu dengan skor 2-0. Turnamen yang bergulir sejak 27 Juni 2026 ini diikuti oleh 32 klub dari berbagai wilayah seperti Kabupaten Tangerang, Lebak, Serang, hingga Bogor, dengan memperebutkan piala bergilir serta total hadiah sebesar Rp50 juta.