Ketua DPP Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, menyerukan kepada seluruh elite partai politik di tanah air untuk menunjukkan kedewasaan dan ketegasan sikap dalam menanggapi dinamika nasional. Ia menekankan bahwa tanggung jawab utama partai politik saat ini adalah menjaga kondusivitas iklim politik dengan memprioritaskan kepentingan bangsa di atas ambisi politik jangka pendek.
Misbakhun secara khusus menyoroti fenomena sikap politik yang ambigu, di mana partai cenderung bersikap tidak konsisten dengan mengambil keuntungan dari keberhasilan program pemerintah, namun menarik diri saat muncul persoalan. Ia menegaskan bahwa praktik 'bermain dua kaki' tersebut dinilai tidak elegan dan justru mencederai integritas partai di mata publik.
Lebih lanjut, Ketua Komisi XI DPR RI ini menyatakan bahwa meskipun sistem ketatanegaraan Indonesia tidak mengenal oposisi formal, setiap partai harus memiliki posisi yang jelas, apakah berada dalam barisan pendukung pemerintah atau di luar pemerintahan. Sikap yang konsisten dinilai krusial untuk memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.
Menanggapi peran kritik dalam demokrasi, Misbakhun menambahkan bahwa pihaknya tidak anti terhadap kritik. Namun, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan bersifat konstruktif dan solutif, bukan sekadar untuk memprovokasi atau memperkeruh situasi sosial-politik yang sedang menghadapi tantangan ekonomi serta geopolitik global.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh kekuatan politik untuk beralih ke arah politik kebangsaan. Menurutnya, kolaborasi dan sumbangsih gagasan dari partai politik akan jauh lebih efektif bagi kemajuan negara daripada saling menyalahkan yang hanya akan terjebak pada politik praktis populis.