Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Pada Kamis pagi (16/7/2026) pukul 06.50 WIT, gunung api aktif ini meluncurkan kolom abu tebal berwarna putih hingga kelabu setinggi 2.100 meter di atas puncak, atau sekitar 3.187 meter di atas permukaan laut. Tiupan angin membawa abu vulkanik tersebut mengarah ke utara.
Merespons kondisi erupsi yang masih berlangsung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Petugas Pos Pantau Gunung Dukono, Bambang Sugiono, mengeluarkan peringatan tegas. Masyarakat setempat maupun wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas, termasuk mendaki atau mendekati area Kawah Malupang Warirang dalam radius sektoral 4 kilometer dari pusat aktivitas.
Mengingat embusan abu vulkanik terjadi secara berkala dan arah sebarannya sangat dipengaruhi oleh kecepatan serta arah angin, PVMBG menyarankan warga untuk selalu menyiapkan masker pelindung mulut dan hidung. Langkah antisipatif ini dinilai krusial guna meminimalisasi risiko gangguan pernapasan akibat paparan debu vulkanik yang area landaannya kerap berubah-ubah.
Sepanjang tahun 2026, Gunung Dukono tercatat telah mengalami letusan sebanyak 222 kali. Hingga laporan terakhir dirilis, tingkat aktivitas gunung api di Maluku Utara ini masih bertahan pada status Level II atau Waspada.
Berdasarkan rekaman data seismik sepanjang hari Rabu (15/7/2026), aktivitas kegempaan di gunung tersebut terbilang cukup intens. PVMBG mencatat terjadinya 59 kali gempa letusan dengan amplitudo 6-17 mm berdurasi hingga 270,9 detik. Selain itu, terdeteksi pula 5 kali gempa berfrekuensi rendah, 1 kali gempa tektonik lokal yang terasa pada skala II MMI, 3 kali gempa tektonik jauh, serta getaran tremor menerus.