Gunung Karangetang yang terletak di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan setelah mengalami erupsi pada Minggu (12/7) malam. Peristiwa ini memicu keluarnya lava pijar yang mengalir hingga satu kilometer dari puncak kawah.

Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), aktivitas gunung api setinggi 1.784 mdpl ini diawali dengan letusan tipe strombolian. Erupsi eksplosif lemah tersebut melontarkan material pijar setinggi 100 meter ke udara, disertai suara dentuman yang terdengar di sekitar lereng.

Guguran lava panas mengalir ke beberapa arah, yakni sejauh 1.000 meter ke sisi utara dan selatan, serta 400 meter ke arah barat-barat daya. Lontaran material vulkanik ini sempat memicu kebakaran semak dan alang-alang di sekitar puncak gunung. Pantulan cahaya dari kebakaran tersebut sempat menciptakan efek visual menyerupai kobaran api besar di atas awan kabut, namun situasi ini langsung diantisipasi oleh BPBD Kabupaten Sitaro.

Hingga saat ini, status Gunung Karangetang masih ditetapkan pada Level II atau Waspada. Berdasarkan rekaman seismik sepanjang periode awal Juli, aktivitas kegempaan gunung ini terbilang tinggi, didominasi oleh gempa hembusan, gempa guguran, gempa vulkanik dangkal, hingga tremor harmonik.

Merespons dinamika alam tersebut, pihak berwenang meminta warga setempat maupun wisatawan untuk mematuhi rekomendasi keselamatan. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di dalam zona bahaya dengan radius 1,5 kilometer dari kawah utama dan kawah dua, serta perluasan sektoral sejauh 2,5 kilometer ke arah selatan-barat daya. Warga di sekitar bantaran sungai juga diminta bersiaga terhadap ancaman aliran lahar dingin saat hujan turun.