Kawasan Cagar Alam Bendungan di Desa Bendungan, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, kini memiliki destinasi pendakian baru. Jalur Gunung Lawang resmi dibuka untuk umum sejak Sabtu (4/7/2026), menawarkan alternatif bagi para penggiat alam bebas yang mencari pengalaman pendakian dengan nuansa yang lebih intim terhadap lingkungan.

Berbeda dengan destinasi pendakian populer lainnya, pengelola Gunung Lawang secara tegas menerapkan konsep ekowisata. Koordinator RPB SAR Kaliwiro, Habib, menegaskan bahwa pembukaan jalur ini bukan sekadar upaya komersialisasi pariwisata, melainkan instrumen untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga ekosistem hutan alam sekunder yang masih terjaga keasliannya.

"Kami berkomitmen agar pendaki tidak hanya menikmati keindahan, tetapi juga berperan sebagai pelindung flora, fauna, dan ekosistem di kawasan Cagar Alam Bendungan. Fokus utamanya adalah memastikan fungsi hutan tetap terjaga meski aktivitas wisata dilakukan," ungkap Habib.

Secara karakteristik, Gunung Lawang menawarkan medan yang unik dengan tutupan vegetasi hutan alam yang lebat sepanjang 5 hingga 6 kilometer jalur pendakian. Dengan ketinggian 900 mdpl, pendaki akan disuguhi panorama matahari terbit dan terbenam yang apik, berlatarkan kemegahan Gunung Sindoro dan Sumbing. Pengelola menjamin keamanan pendaki dengan menyiagakan tim SAR di basecamp yang berlokasi di Kantor Desa Bendungan.

Bagi masyarakat yang berminat menjajal jalur ini, pengelola menetapkan biaya registrasi normal sebesar Rp30.000. Khusus selama masa promosi pembukaan, pengunjung dapat menikmati tarif spesial sebesar Rp25.000 per orang.