Penggalan kisah pilu menyelimuti Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, setelah dua remaja yang dilaporkan hilang selama belasan hari di Gunung Bismo akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad kedua korban ditemukan di dasar jurang sedalam 200 meter di kawasan lereng selatan gunung tersebut pada Minggu (12/7) siang.
Korban diidentifikasi sebagai Alfin Nur Rohmat (18) dan Yufaidin (15), warga Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Wonosobo. Keduanya diketahui masuk ke kawasan hutan Gunung Bismo sejak Selasa (30/6) siang. Berdasarkan keterangan saksi, mereka tidak bermaksud melakukan pendakian resmi, melainkan hanya melakukan aktivitas biasa di area gunung dengan membawa perbekalan logistik seadanya berupa makanan ringan.
Proses pencarian sempat menghadapi kendala besar hingga operasi pencarian resmi sempat ditutup pada Sabtu (11/7). Namun, kegigihan tim relawan dari Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri membuahkan hasil. Pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 WIB, tim mendeteksi bau menyengat di sekitar tebing curam dekat Curug Tiga, yang kemudian menuntun mereka pada lokasi penemuan jasad kedua korban yang posisinya saling berjauhan.
Medan evakuasi tergolong sangat ekstrem karena kemiringan tebing dan kerapatan vegetasi hutan di lereng selatan Gunung Bismo yang menghalangi masuknya sinar matahari. Tim SAR gabungan harus memasang sistem tali pengaman berganda (angkor) hingga sepanjang 200 meter untuk menjangkau dasar jurang. Setelah proses evakuasi yang melelahkan hingga malam hari, jenazah kedua korban segera dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.