Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memberikan apresiasi atas langkah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang telah menyelesaikan laporan keuangan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk Tahun Buku 2025. Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, menekankan bahwa momentum ini harus menjadi titik pijak bagi Danantara untuk melanjutkan transformasi fundamental serta konsolidasi sektoral di tubuh perusahaan pelat merah.
Menurut Esther, perbaikan laba perusahaan merupakan indikator positif dari efisiensi yang telah dilakukan, seperti perampingan struktur manajemen dan pemangkasan biaya operasional. Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan profitabilitas jangka pendek bukanlah satu-satunya tolok ukur keberhasilan. BUMN dituntut untuk mampu mengintegrasikan produktivitas dan daya saing jangka panjang sebagai inti dari transformasi tersebut.
Lebih lanjut, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada ekosistem investasi yang kondusif di Indonesia. Esther menegaskan bahwa kepastian hukum dan tata kelola perusahaan yang transparan menjadi prasyarat mutlak untuk menarik minat investor agar merasa nyaman menanamkan modalnya.
"Kepastian regulasi adalah faktor krusial. Jika tata kelola diperkuat, maka transformasi BUMN tidak hanya akan berdampak pada performa perusahaan secara internal, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kokoh dan berkesinambungan," pungkasnya.