PT Indosat Tbk. (ISAT) kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat adopsi teknologi mutakhir dengan memperpanjang masa jabatan Vikram Sinha sebagai President Director and Chief Executive Officer. Keputusan strategis yang disepakati oleh Dewan Komisaris ini menetapkan Vikram untuk menakhodai perusahaan selama lima tahun mendatang.

Mandat utama yang diemban Vikram adalah memimpin transisi perusahaan menuju 'AI TechCo', sebuah model bisnis yang menjadikan kecerdasan buatan sebagai inti operasional dan pengembangan produk. Rencana ini nantinya akan dibawa dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) mendatang untuk mendapatkan pengesahan resmi.

President Commissioner Indosat Ooredoo Hutchison, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan bentuk kepercayaan penuh atas performa manajemen sejak merger pada tahun 2022. Pihak komisaris menilai kepemimpinan Vikram telah berhasil membawa emiten telekomunikasi ini ke level yang lebih kompetitif, terutama dalam mengeksekusi strategi 'AI North Star'.

Lebih lanjut, Nezar menekankan bahwa Indosat kini fokus pada penguatan kedaulatan kecerdasan buatan (sovereign AI) di dalam negeri. Langkah ini sejalan dengan ambisi perusahaan untuk mencetak pertumbuhan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang lebih progresif di masa depan.

Transformasi yang dilakukan Indosat tidak hanya terbatas pada konektivitas seluler, tetapi juga merambah ke sektor keamanan siber, komputasi awan, serta digitalisasi korporasi. Melalui kemitraan strategis dengan pemain global seperti NVIDIA, perusahaan kini mengembangkan infrastruktur digital seperti Sahabat-AI dan layanan GPU Cloud untuk memenuhi kebutuhan komputasi para pengembang dan institusi di Indonesia.