Pemerintah Kabupaten Sumenep menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dengan menyabet empat penghargaan sekaligus dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Apresiasi ini diberikan atas komitmen tinggi daerah dalam mengakselerasi penurunan angka tengkes (stunting) serta menyukseskan program kependudukan pada momentum peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., mengungkapkan bahwa capaian luar biasa ini merupakan buah dari konsistensi penerapan empat program inovatif BKKBN di wilayahnya. Program-program tersebut dirancang secara komprehensif guna menyasar berbagai kelompok usia dan kebutuhan masyarakat.
Keempat program unggulan tersebut meliputi TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) yang berfungsi sebagai layanan penitipan anak terintegrasi dengan pemantauan tumbuh kembang gizi, serta GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) untuk mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan guna mencegah fenomena anak kehilangan figur ayah. Selain itu, terdapat pula program SIDAYA (Lansia Berdaya) melalui Sekolah Lansia untuk mewujudkan kelompok lanjut usia yang produktif, serta GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang berfokus pada penyaluran nutrisi bagi keluarga rentan.
Menurut Ellya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan ini. Program GENTING dan pengawasan ketat di pos TAMASYA terbukti efektif menekan laju prevalensi stunting secara signifikan. Keberhasilan ini juga diperkuat dengan pencapaian akseptor Keluarga Berencana Metode Operasi Wanita (KB MOW) yang melampaui target 100 persen, sebuah langkah krusial dalam meminimalkan angka kematian ibu dan bayi sekaligus menjaga kesehatan reproduksi perempuan.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk tidak cepat berpuas diri dengan apresiasi ini. DKP2KB Kabupaten Sumenep berencana mengintegrasikan seluruh data capaian program tersebut sebagai basis data utama dalam menyusun kebijakan intervensi kesehatan publik yang lebih presisi dan berdampak langsung bagi masyarakat di masa mendatang.