Platform penyedia survei dan riset pasar, Populix, memperkenalkan Asklumia, sebuah inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu para pelaku industri dan peneliti pasar dalam merumuskan strategi bisnis yang lebih efektif. Teknologi ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan perusahaan dalam memahami preferensi konsumen di Indonesia secara lebih mendalam.

Co-Founder Populix & Asklumia, Timothy Astandu, menjelaskan bahwa Asklumia mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk mengolah riset kuantitatif, riset kualitatif, hingga menyimulasikan persona digital konsumen dari berbagai wilayah di tanah air. Dengan simulasi ini, pelaku usaha dapat memproyeksikan respons pasar terhadap produk atau layanan mereka dengan lebih presisi.

Berbeda dengan teknologi kecerdasan buatan generatif biasa yang ada di internet, Asklumia memiliki keunggulan pada akurasi data. Basis data yang digunakan platform ini bersumber dari rekam jejak riset mendalam yang dikumpulkan Populix secara konsisten selama lebih dari satu dekade terakhir. Hal ini membuat hasil analisis Asklumia diklaim jauh lebih tajam dan relevan dengan karakteristik unik masyarakat Indonesia.

Melalui pemanfaatan AI dalam riset pasar ini, pelaku bisnis kini memiliki alat bantu yang lebih canggih untuk meminimalkan risiko investasi serta mempercepat proses pengambilan keputusan strategis. Langkah inovatif ini sekaligus menandai babak baru dalam industri riset pasar nasional yang semakin bertumpu pada efisiensi teknologi digital.