YOGYAKARTA — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) meluncurkan sepuluh produk inovasi psikologi siap pakai yang dirancang untuk mengatasi tantangan kesehatan mental di berbagai kelompok usia. Inovasi-inovasi ini dipamerkan dalam ajang Innovation and Creation Week (ICW) Part 5 yang berlangsung di Kampus 1 UMBY, bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Psychopreneur.

Mengangkat tema "Create Your Mind, Build Your Impact", kegiatan ini memamerkan karya berbasis bukti (evidence-based) yang menyasar persoalan sosial nyata. Bagi kelompok anak-anak, para mahasiswa menghadirkan "Emo Spin" berupa roda emosi visual interaktif dan buku cerita tiga dimensi "Pop-Up Book (Mengenal Emosiku)" yang mengacu pada teori Paul Ekman. Selain itu, terdapat "Kido Kit (Play and Grow)" yang dirancang sebagai alternatif stimulasi tumbuh kembang anak guna meminimalisasi ketergantungan pada gawai.

Untuk kelompok remaja dan dewasa awal, inovasi difokuskan pada dinamika hubungan interpersonal dan pencegahan kekerasan dalam berpacaran. Produk seperti "Love Talk Card" dihadirkan menggunakan pendekatan teori Joseph DeVito untuk mempererat kedekatan emosional pasangan. Sementara itu, platform digital "Sadarasa" diluncurkan sebagai situs psikoedukasi yang menyediakan skrining hubungan, jurnaling mandiri, serta akses langsung ke layanan profesional.

Tekanan akademik dan kecemasan masa depan turut dijawab melalui sejumlah produk praktis. Di antaranya adalah gantungan kunci pintar "Welly Chain" yang dilengkapi kode QR menuju daftar putar audio regulasi emosi, serta "Anxiety Toolkit Box" yang berisi lilin aromaterapi dan panduan pernapasan. Terdapat pula toples afirmasi "Remind" untuk mengatasi kelelahan mental (burnout) mahasiswa pekerja, wadah ekspresi emosi "Feelings Jar", hingga program terapi kelompok "Healing and Nature" berbasis aktivitas alam terbuka.

Dekan Fakultas Psikologi UMBY, Reny Yuniasanti, memberikan apresiasi tinggi terhadap prototipe yang dihasilkan oleh para mahasiswa tersebut. Senada dengan hal itu, Koordinator Laboratorium Sociopreneur UMBY, Nanda Yunika Wulandari, menjelaskan bahwa ajang tahunan ini menjadi wadah kolaborasi nyata agar mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu teoretis ke dalam aksi sosial yang inovatif. Saat ini, kesepuluh karya tersebut tengah diproses untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebelum nantinya diproyeksikan untuk produksi massal.