Nama Tan Kian kerap memicu rasa penasaran publik terkait posisinya dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Sebagai sosok yang dikenal rendah hati dan cenderung tertutup dari sorotan media, ia telah membangun reputasi besar melalui Century Properties Group Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai Dua Mutiara Group.

Dalam catatan sejarah Forbes, Tan Kian pernah tercatat masuk dalam jajaran orang terkaya Indonesia pada era 2000-an, tepatnya menduduki peringkat ke-30 hingga ke-31 dengan estimasi kekayaan mencapai ratusan juta dolar AS pada saat itu. Namun, seiring berjalannya waktu dan perubahan dinamika ekonomi nasional, namanya kini tidak lagi mendominasi posisi puncak yang saat ini diisi oleh para konglomerat dari sektor komoditas dan perbankan.

Perjalanan karier Tan Kian berakar dari latar belakang keluarga pedagang yang kemudian ia transformasikan menjadi imperium pengembang properti. Sejak awal tahun 1990-an, ia mengukuhkan posisi sebagai boutique developer, sebuah spesialisasi yang berfokus pada proyek hunian dan komersial premium dengan standar kualitas tinggi di kawasan elite Jakarta.

Beberapa proyek ikonik yang menjadi bagian dari portofolio Century Properties telah menjadi landmark yang memperkuat nilai aset perusahaan. Selain properti di ibu kota, ekspansi bisnisnya juga merambah ke sektor pariwisata, termasuk pengembangan resor mewah di Pulau Bintan yang sempat mencatatkan estimasi kekayaan pribadinya mencapai angka triliunan rupiah pada tahun 2016.

Memasuki tahun 2017, Tan Kian melakukan langkah strategis dengan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada putranya, Nicholas Tan. Transisi manajemen tersebut menandai era baru profesionalisasi bisnis keluarga yang kini berfokus pada keberlanjutan ekspansi di tengah persaingan ketat sektor properti nasional.