Peristiwa kebakaran hutan yang melanda Blok Gunung Ringgit di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, kini dilaporkan telah padam. Kendati demikian, tim gabungan masih terus melakukan pemantauan intensif setelah mendeteksi adanya kepulan asap tipis yang membubung dari balik tebing curam di kawasan penyangga Gunung Bromo tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengonfirmasi bahwa secara umum kobaran api sudah berhasil dijinakkan. Namun, berdasarkan hasil observasi langsung di lapangan, tim masih melihat adanya indikasi asap meskipun titik api secara visual tidak lagi terpantau.
"Secara keseluruhan api sebenarnya sudah padam. Namun, saat tim kami melakukan penyisiran dan pemantauan, kepulan asap masih terlihat mengudara," ujar Oemar. Ia menambahkan, titik api diduga tersembunyi di balik punggung Gunung Ringgit yang sulit dijangkau, sehingga asapnya tampak menyatu dengan awan.
Menurut penjelasan pihak BPBD, upaya pemadaman sejatinya telah membuahkan hasil sejak Minggu sore. Walau sempat muncul kembali titik api kecil menjelang malam hari sekitar pukul 17.00 WIB, kondisi tersebut segera dapat diatasi hingga padam sepenuhnya. Saat ini, personel gabungan telah ditarik dari lokasi kejadian, namun posko kesiapsiagaan tetap diaktifkan guna mengantisipasi potensi munculnya api baru.
Kebakaran hutan di kawasan lereng Bromo ini pertama kali dilaporkan berkobar pada Sabtu lalu. Medan yang ekstrem berupa tebing-tebing curam menjadi kendala utama bagi petugas dari Perhutani, BPBD, dan relawan setempat dalam melakukan pemadaman langsung secara manual, hingga akhirnya api berhasil padam setelah beberapa hari penanganan.