Implementasi kebijakan baru mengenai manfaat asuransi kesehatan (BPJS-nya Vietnam) kini memberikan angin segar bagi masyarakat. Pasien kini dapat mengakses fasilitas kesehatan di luar lokasi pendaftaran awal dengan penggantian biaya hingga 50 persen. Bagi warga seperti Ibu Nguyen Thi Bay, kebijakan ini merupakan langkah progresif yang menyederhanakan birokrasi, terutama karena ia tidak perlu lagi repot mengurus surat rujukan untuk mendapatkan pemeriksaan rutin di rumah sakit pusat.

Pihak Lembaga Jaminan Sosial setempat menegaskan bahwa angka penggantian 50 persen tersebut dihitung berdasarkan tingkat cakupan individu dan hanya berlaku untuk jenis obat serta layanan medis tertentu yang memenuhi syarat. Kebijakan yang mulai berlaku efektif ini bertujuan untuk memberikan perlindungan finansial lebih luas kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang mengidap penyakit kronis atau membutuhkan perawatan berkelanjutan.

Di sisi lain, antusiasme masyarakat ini membawa tantangan operasional bagi rumah sakit-rumah sakit besar. Beberapa fasilitas kesehatan, seperti Rumah Sakit Rakyat 115 dan Rumah Sakit Anak 2, mencatat peningkatan kunjungan yang signifikan. Untuk mengantisipasi penumpukan antrean, pihak rumah sakit telah menerapkan sistem digitalisasi pendaftaran, penambahan staf di area pelayanan, hingga alokasi gedung khusus guna memastikan alur pemeriksaan tetap berjalan efisien.

Meskipun terjadi peningkatan volume pasien, para praktisi medis menekankan bahwa ekspansi kapasitas fisik bukanlah solusi tunggal. Dr. Tran Van Khanh dari Rumah Sakit Le Van Thinh menyatakan bahwa tantangan jangka panjang terletak pada penguatan layanan kesehatan primer. Menurutnya, pemerataan kualitas keahlian, pengembangan telemedisin, dan transformasi digital di seluruh tingkatan layanan kesehatan menjadi kunci utama agar masyarakat kembali merasa yakin dan nyaman untuk berobat di fasilitas kesehatan terdekat.