Kejuaraan Olahraga Roller Nasional 2026 yang berlangsung di Istana Olahraga Atletik, Hanoi, baru saja resmi berakhir. Ajang yang digelar selama dua hari pada 4-5 Juli ini tidak hanya mempertandingkan kemampuan atlet, tetapi juga menjadi tolak ukur kesiapan cabang olahraga roller yang untuk pertama kalinya akan dipertandingkan secara resmi pada Pekan Olahraga Nasional ke-10.
Turnamen ini merupakan kolaborasi strategis antara Departemen Pendidikan Jasmani dan Olahraga, Federasi Seluncur Es dan Sepatu Roda Vietnam (SFV), serta Departemen Kebudayaan dan Olahraga Hanoi. Sebanyak 153 atlet dari 12 delegasi daerah berpartisipasi dalam berbagai disiplin, mulai dari seluncur cepat (speed skating), seluncur artistik, hingga skateboard, yang menyuguhkan persaingan ketat dalam teknik dan kecepatan.
Salah satu sorotan utama dari gelaran tahun ini adalah diterapkannya standar kompetisi yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Nasional. Hal ini memberikan kesempatan berharga bagi setiap daerah untuk memetakan kekuatan tim dan menguji kesiapan strategi atlet, khususnya pada nomor-nomor bergengsi seperti estafet 3.000m yang menuntut koordinasi tim yang presisi.
Dominasi Kota Ho Chi Minh tampak nyata dengan perolehan 17 medali emas, disusul oleh kontingen Tay Ninh dan Dong Thap di posisi kedua dan ketiga. Capaian ini sekaligus mengonfirmasi adanya investasi sistematis yang dilakukan oleh daerah-daerah tersebut dalam membina talenta muda yang kini semakin mendekati standar profesional internasional.
Keberhasilan penyelenggaraan ini dipandang sebagai fondasi krusial bagi perkembangan olahraga roller di Vietnam. Selain mengidentifikasi para juara, ajang ini menjadi ruang evaluasi bagi Federasi untuk terus melakukan pembinaan, demi memastikan kesuksesan integrasi cabang olahraga roller ke dalam ekosistem olahraga nasional yang lebih modern dan kompetitif di masa depan.