Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara tegas menepis rumor terkait adanya penggelembungan harga atau mark up dalam pengadaan alat kesehatan di RSUD KH Muhammad Thohir, Pesisir Barat, Lampung. Isu yang sempat ramai di media sosial tersebut dipastikan tidak berdasar dan merupakan hasil kesalahpahaman informasi.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa angka Rp30 miliar yang sempat disinggung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat peresmian RSUD bukan ditujukan khusus untuk layanan hemodialisis (HD). Dana tersebut merupakan alokasi rata-rata nilai bantuan alat kesehatan canggih dalam program Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network (SIHREN) bagi 66 RSUD yang masuk dalam daftar Program Hasil Cepat Terbaik (Quick Win).

Secara rinci, RSUD Krui menerima bantuan sebesar Rp31,7 miliar untuk pengadaan perangkat canggih seperti CT scan 64 slice, cathlab, serta peralatan radiologi lainnya. Selain itu, pemerintah juga mengucurkan bantuan tambahan sebesar Rp25 miliar untuk pengadaan alat-alat kesehatan mendasar guna mendukung operasional ruang operasi dan pelayanan gawat darurat, sehingga total dukungan yang diterima RSUD Krui mencapai Rp56,7 miliar.

Aji berharap masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar dan tidak mudah termakan hoaks. Transparansi anggaran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat infrastruktur medis di daerah, sehingga masyarakat Pesisir Barat dapat menikmati layanan kesehatan lengkap tanpa harus merujuk pasien ke luar wilayah.