Kementerian Koperasi (Kemenkop) merespons kegaduhan di media sosial terkait penempatan sejumlah titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dianggap tidak strategis. Beberapa fasilitas koperasi tersebut diketahui berdiri di lokasi yang terpencil, mulai dari kawasan hutan, area pegunungan, hingga berdekatan dengan area pemakaman.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa pihaknya telah mengatensi laporan masyarakat tersebut. Menurutnya, masukan dari publik akan dijadikan bahan evaluasi mendalam untuk memastikan operasional koperasi berjalan maksimal. Ia menyebut, meski terdapat narasi negatif di media sosial, proporsi lokasi yang bermasalah tergolong sangat kecil dibandingkan total pembangunan.
Data Kemenkop menunjukkan bahwa dari total target 30.000 titik Kopdes Merah Putih, sebanyak 14.000 unit telah rampung 100 persen. Dari jumlah tersebut, Kemenkop mengidentifikasi kurang dari 10 lokasi yang dinilai kurang ideal. Pihaknya berkomitmen segera melakukan proses verifikasi dan validasi lapangan untuk mencari solusi terbaik bagi lokasi-lokasi yang terdampak.
Di sisi lain, kritik juga datang dari Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto. Ia menyoroti perencanaan matang dalam penempatan aset negara agar tidak mubazir. Darmadi menyoroti beberapa temuan spesifik di daerah seperti Wonogiri, Kendal, hingga Lamongan, di mana lokasi koperasi dinilai kurang mendukung aksesibilitas masyarakat serta efektivitas operasional koperasi itu sendiri.