Upaya penanganan stunting di Desa Garessi mendapatkan dorongan baru melalui inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas). Dalam seminar program kerja yang digelar di Aula Kantor Desa Garessi, mereka resmi meluncurkan program LENTERA (Langkah Edukasi Terpadu Menuju Keluarga Sehat) sebagai langkah konkret menekan angka tengkes di wilayah tersebut.
Program LENTERA dirancang khusus berdasarkan observasi lapangan untuk memberikan pendampingan intensif bagi keluarga yang rentan stunting. Tak hanya itu, mahasiswa juga memperkenalkan inovasi digital berupa Pojok Informasi yang memanfaatkan kode QR pada poster edukasi, sehingga memudahkan warga mengakses informasi seputar stunting dan jadwal Posyandu melalui gawai mereka.
Kepala Desa Garessi, Abdul Wahid, menyambut baik inisiatif ini dan berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan dampak nyata yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya interaksi langsung dengan masyarakat agar para mahasiswa dapat mengaplikasikan keilmuan mereka sekaligus membantu memecahkan persoalan kesehatan riil di desa.
Koordinator Desa KKN Profesi Kesehatan Unhas, Achmad Adlansyah Ramadhan, menjelaskan bahwa program ini mengedepankan pendekatan partisipatif. Kolaborasi erat antara pemerintah desa, kader kesehatan, dan warga sangat krusial agar program ini tetap berjalan secara mandiri dan berkelanjutan bahkan setelah masa KKN berakhir.
Langkah taktis yang dilakukan oleh mahasiswa Unhas ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yakni mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera. Sinergi lintas sektor dari berbagai disiplin ilmu kesehatan diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di tingkat keluarga.