Jakarta menjadi tuan rumah bagi gelaran Indonesia Women in Finance (IWF) 2026 Annual Conference yang mengusung tema krusial: "Empowering Women in Entrepreneurship: Building Your Own Venture". Acara ini dirancang sebagai platform kolaboratif bagi para pemimpin perempuan, praktisi bisnis, dan profesional untuk saling berbagi strategi dalam membangun serta memimpin transformasi usaha di tengah iklim ekonomi yang dinamis.

Sederet tokoh berpengaruh dalam dunia bisnis tanah air turut berbagi wawasan, di antaranya CEO & Founder Pinhome Dayu Dara Permata, Director & Chief Information Technology Officer PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk Yessie D. Yosetya, serta Founder & CEO Yoona Digital Indonesia Susanna Angraini. Diskusi panel tersebut membedah lima aspek vital dalam kewirausahaan, mulai dari kesiapan mental, pemanfaatan teknologi secara efisien, manajemen keseimbangan hidup, hingga strategi pendanaan dan pembangunan resiliensi bisnis.

Dalam sambutannya, Executive Board Member CFA Society Indonesia, Melisa Hendrawati, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dalam dunia usaha telah berevolusi menjadi kebutuhan ekonomi yang strategis. Menurutnya, fokus saat ini harus beralih pada pemberian akses yang lebih inklusif terhadap permodalan, jaringan mentor yang mumpuni, serta penguasaan teknologi bagi pelaku bisnis perempuan agar mampu membangun entitas yang berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Siti Rakhmawati dari Dapen Telkom menyoroti kontribusi signifikan perempuan dalam sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Meski potensinya besar, tantangan akses pembiayaan dan pengembangan jaringan masih menjadi hambatan yang memerlukan dukungan kolektif dari berbagai pemangku kepentingan untuk diurai.

Selain diskusi, ajang ini memperkenalkan buku berjudul "Career Jungle". Karya ini mendefinisikan ulang pola karier modern yang tidak lagi linear seperti menaiki tangga, melainkan sebuah ekosistem yang kompleks dan dinamis layaknya hutan rimba. Konsep ini diharapkan mampu membekali perempuan Indonesia untuk lebih adaptif dalam menghadapi ketidakpastian karier dan bisnis di masa depan.