Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam gerakan Konferensi Republik dijadwalkan menggelar konsolidasi nasional bertajuk ‘Jalan Menata Kembali Republik’ di Kampus Salemba, Universitas Indonesia, Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk terlibat aktif dalam merumuskan agenda perbaikan demokrasi nasional.
Sekretaris Umum Panitia Konferensi Republik, Yanuar Nugroho, memastikan bahwa kehadiran mahasiswa sangat terbuka dalam forum ini. Meskipun tidak mewakili organisasi badan eksekutif mahasiswa secara formal, partisipasi individu mahasiswa diharapkan dapat memperkaya diskusi dalam merumuskan platform serta program kerja masyarakat sipil ke depan. Langkah ini juga mencakup pembentukan desain institusi dan kepengurusan perintis yang akan mengawal implementasi hasil konsolidasi.
Agenda tersebut akan dibuka dengan sesi refleksi yang menghadirkan tokoh nasional seperti mantan Menteri ESDM Sudirman Said dan Deputi KSP bidang politik, hukum, dan pertahanan periode 2016-2023, Jaleswari Pramodhawardani. Rangkaian acara kemudian akan dilanjutkan dengan tiga sesi pleno untuk menyusun draf sikap masyarakat sipil, yang nantinya akan ditutup dengan pembacaan epilog oleh Ketua YLBHI Muhammad Isnur serta penampilan dari grup musik Efek Rumah Kaca.
Konsolidasi nasional ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan serupa di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada Mei 2026. Sebelumnya, gerakan ini menyoroti melemahnya fungsi lembaga demokrasi serta krisis lintas sektor yang mengancam hubungan warga negara. Melalui konsolidasi ini, masyarakat sipil berupaya memperkuat pengorganisasian diri demi menata kembali fondasi republik yang dinilai tengah mengalami kemunduran.