Pengurus KONI Lampung mulai melakukan pemetaan mendalam terhadap kesiapan sejumlah cabang olahraga dalam menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON). Langkah strategis ini diawali dengan rangkaian rapat koordinasi yang melibatkan pengurus dari berbagai cabang olahraga pada Jumat (3/7/2026).
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, menyatakan bahwa sejauh ini telah ada enam cabang olahraga yang dilakukan sinkronisasi data, yakni kriket, soft tennis, biliar, arung jeram, kabaddi, dan kempo. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi riil atlet serta memetakan peluang dan kendala yang dihadapi oleh masing-masing cabang.
Berdasarkan hasil koordinasi, ditemukan adanya tantangan yang relatif seragam di setiap cabang olahraga, yakni keterbatasan sarana latihan, fasilitas lapangan yang belum ideal, hingga minimnya jumlah pelatih serta wasit yang mengantongi lisensi resmi. Faktor-faktor inilah yang dinilai menjadi penghambat utama dalam optimalisasi pembinaan atlet.
Menanggapi persoalan tersebut, KONI Lampung berkomitmen mengambil langkah konkret dengan memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu solusi yang akan segera diimplementasikan adalah memfasilitasi pelatihan pelatih dan wasit berlisensi tingkat nasional yang rencananya akan diselenggarakan langsung di Lampung.
Riagus menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang agar pembinaan atlet di Lampung lebih terarah dan berdaya saing tinggi. Dengan memahami hambatan di lapangan melalui skala prioritas, KONI Lampung optimistis persiapan menuju BK PON dapat berjalan dengan lebih maksimal dan efektif.