Kabupaten Garut kini memiliki destinasi kuliner baru yang memadukan kelezatan jajanan tradisional dengan keindahan alam priangan. Terletak di Jalan Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, kedai Surabi Bakar Berlian menawarkan sensasi menyantap surabi hangat sembari menikmati kemegahan panorama Gunung Guntur dan hamparan sawah hijau yang asri.

Didirikan oleh Yopi Herdiana, usaha kuliner ini lahir dari kepedulian untuk melestarikan makanan tradisional Sunda di tengah serbuan kuliner modern. Yopi menjelaskan bahwa surabi khas Sunda memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari surabi daerah lain, yakni teksturnya yang lebih tebal dan padat, serta disajikan dengan beragam pilihan topping asin maupun manis.

Dari yang semula hanya menawarkan tiga varian klasik—polos, oncom, dan telur—kini kedai tersebut telah berinovasi dengan menyediakan sekitar 40 varian rasa untuk menarik minat generasi muda dan wisatawan. Meski menu modern seperti matcha dan keju cukup digandrungi konsumen Gen Z, varian tradisional seperti surabi kinca, polos, dan oncom tetap menjadi menu terlaris.

Keunikan rasa Surabi Bakar Berlian terletak pada konsistensi metode pengolahan tradisionalnya. Roni Sukmawan selaku penanggung jawab kedai mengungkapkan bahwa adonan surabi dicampur dengan parutan kelapa segar bertekstur agak kasar guna menghasilkan rasa gurih alami, sebelum akhirnya dibakar menggunakan tungku kayu bakar tradisional.

Sejak pindah ke lokasi baru sekitar empat bulan lalu, popularitas kedai ini melesat tajam berkat promosi organik di media sosial. Pada akhir pekan, penjualan dapat mencapai 1.000 porsi per hari dengan kisaran harga bersahabat mulai dari Rp4.000 hingga Rp15.000. Sekitar 70 persen pengunjung di pagi hari merupakan wisatawan luar daerah seperti Jakarta, Bandung, hingga Sumatra, yang menjadikan tempat ini sebagai persinggahan sebelum menuju kawasan wisata Gunung Papandayan atau Darajat Pass.

Kesuksesan ini mendorong rencana ekspansi bisnis ke kota-kota lain seperti Tasikmalaya dan Jakarta, serta ambisi menjadikan surabi sebagai ikon oleh-oleh khas Garut dalam bentuk makanan beku (frozen food). Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, kedai ini beroperasi setiap hari dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore hingga malam pukul 17.00–22.00 WIB.