Universitas Nusa Mandiri (UNM) terus memperkuat ekosistem kewirausahaan digital melalui program Bootcamp Digital Bisnis 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Fakultas Teknologi Informasi ini dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam menciptakan solusi konkret berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan pengolahan data.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa semester enam dari Program Studi Sains Data memaparkan sejumlah konsep startup inovatif. Beberapa ide unggulan yang muncul meliputi i-Mosque, platform digital terintegrasi untuk kebutuhan umat Muslim, serta WARSI AI, asisten pintar yang dirancang untuk mengoptimalkan operasional pelaku UMKM di bidang kuliner.

Selain itu, terdapat inovasi di sektor gaya hidup dan teknologi finansial, yakni Delavia, sebuah platform rekomendasi kacamata dengan fitur virtual try-on, dan Beat Band. Beat Band menjadi salah satu sorotan karena menawarkan solusi pembayaran nirkontak yang lebih aman dengan memanfaatkan autentikasi biometrik melalui detak jantung pengguna.

Ketua Program Studi Sains Data UNM, Tati Mardiana, menyampaikan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam merancang model bisnis dan strategi pengembangan produk adalah bukti meningkatnya budaya inovasi di lingkungan kampus. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasar adalah kunci utama bagi calon pendiri startup di era ekonomi digital saat ini.

Lebih lanjut, Tati menegaskan bahwa pihak kampus akan terus melakukan pendampingan intensif agar konsep-konsep bisnis tersebut tidak hanya berakhir sebagai tugas akademis, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata. Melalui kolaborasi dengan praktisi industri dan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, UNM berkomitmen mencetak lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja serta berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.