KUDUS — Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak wirausahawan muda kreatif. Melalui program studi S1 Teknik Industri, para mahasiswa sukses memamerkan deretan ide bisnis inovatif dalam ajang Expo Industri Kreatif yang digelar di Crystal Building UMKU, Kudus.
Berbagai produk dan jasa unik dipamerkan dalam pameran tersebut. Salah satunya adalah "Medical Assistant", sebuah layanan pendampingan kesehatan bagi pasien yang membutuhkan bantuan saat berobat atau dirawat di rumah sakit. Selain itu, ada pula inovasi "Pure Sheet" berupa sabun kertas sekali pakai yang praktis untuk dibawa bepergian, produk kuliner "Mato Bites" yang memanfaatkan tomat menjadi camilan sehat, hingga "Kopwis" (Kopi Kawis) yang memadukan kopi Gunung Muria dengan buah kawista khas Rembang.
Tidak hanya produk konsumsi dan kesehatan, mahasiswa juga merambah sektor digital dan jasa lewat "FurniHub", sebuah platform pemasaran yang menghubungkan langsung produsen furnitur dengan konsumen. Seluruh ide kreatif ini merupakan luaran dari integrasi tiga mata kuliah utama, yakni Technopreneurship, Industri Kreatif, dan Manajemen Bisnis UMKM.
Sebelum dipamerkan ke publik, para mahasiswa semester enam ini terlebih dahulu melewati sesi uji kelayakan bisnis (pitching) di hadapan dewan juri akademisi dan praktisi. Beberapa penguji di antaranya adalah Ir. Mu’adzah, S.T., M.T. dan Syahrial Aman, S.T., M.T., yang merupakan akademisi berprestasi di tingkat nasional, serta jajaran kepala program studi terkait di UMKU.
Ketua Program Studi Teknik Industri UMKU, Nunung Agus Firmansyah, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian mahasiswa. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar produk yang dipamerkan telah melangkah lebih jauh dengan mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) bahkan sertifikasi halal. Nunung berharap kegiatan akademik ini dapat memicu lahirnya bisnis-bisnis nyata yang berkelanjutan di masa depan.
Senada dengan hal itu, dosen Teknik Industri UMKU, Ir. Mu'adzah, menekankan pentingnya membangun bisnis berbasis pemecahan masalah (problem-solving). Keberadaan layanan seperti asisten medis dan sabun kertas dinilai menjadi jawaban konkret atas kebutuhan mobilitas dan kepraktisan masyarakat modern saat ini.