Suasana pilu menyelimuti Dusun Krinjing, Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo. Turkini, seorang ibu yang bekerja sehari-hari sebagai pencari barang bekas, kini harus menghadapi cobaan berat setelah putra bungsunya, Arifin Nurohmat, dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Bismo sejak sepekan lalu.

Hampir setiap hari, Turkini menghabiskan waktunya dengan duduk termenung di teras rumah. Tatapan matanya yang kosong kerap tertuju ke arah jalan desa, menanti sosok sang buah hati yang belum menunjukkan tanda-tanda kepulangan. Baginya, setiap orang yang melintas di depan rumah adalah harapan kecil untuk melihat Arifin kembali dalam keadaan selamat.

"Perasaan saya tidak tenang sejak kejadian ini. Memikirkan kondisinya di luar sana membuat nafsu makan hilang. Saya hanya bisa berharap dan terus memanjatkan doa melalui mujahadah setiap malam," ungkap Turkini dengan nada lirih, Rabu (8/7/2026).

Di dalam rumah sederhana tersebut, kenangan akan sosok Arifin masih terasa begitu lekat. Sebuah gitar hasil karya tangan sang remaja, yang kini duduk di kelas XII SMA, masih menggantung rapi di dinding ruang tamu. Arifin dikenal oleh lingkungan sekitarnya sebagai pribadi yang kreatif serta aktif dalam kegiatan kepramukaan di sekolahnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga terus menanti kabar terbaru dari tim pencari mengenai keberadaan siswa tersebut. Keteguhan hati seorang ibu kini menjadi tumpuan utama, sembari terus berharap mukjizat dapat membawa pulang sang putra yang telah dinanti kehadirannya oleh seluruh keluarga.