Tim penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat melakukan kunjungan verifikasi lapangan ke Museum Batiwakkal yang berlokasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat (10/7/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk menilai kelayakan unsur warisan budaya (cultural heritage) sebagai bagian integral dari pengusulan kawasan geopark tersebut.
Kedatangan rombongan tim penilai disambut langsung oleh Kepala Museum Batiwakkal, Aji Suhaidi. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan sejarah panjang Kesultanan Gunung Tabur serta memperlihatkan berbagai koleksi pusaka berharga yang disimpan di dalam museum. Museum ini merupakan hasil rekonstruksi dari Keraton Kesultanan Gunung Tabur yang sempat hancur akibat pemboman tentara Sekutu pada tahun 1945 silam, sebelum akhirnya dibangun kembali pada tahun 1990 dan resmi dibuka untuk umum pada 16 September 1992.
Kunjungan ini memegang peranan krusial dalam penilaian menyeluruh Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Keberadaan Museum Batiwakkal dinilai menjadi pilar penting yang melengkapi kekayaan geologi dan keanekaragaman hayati kawasan, sehingga memberikan nilai tambah yang signifikan dari sisi historis, edukasi, maupun daya tarik pariwisata daerah.