Kabupaten Merangin di Provinsi Jambi tidak hanya tersohor karena memiliki warisan fosil flora tertua di Asia Tenggara, melainkan juga menyimpan kekayaan geologi yang luar biasa melimpah. Kawasan yang kini menyandang status Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGp) ini memiliki bentang alam unik yang terdiri dari lima gunung dan tujuh danau dengan karakteristik ilmiah bernilai tinggi.

Potensi geologi tersebut dipaparkan oleh General Manager Badan Pengelola MJUGGp, Dr. Agus Zainuddin, dalam ajang Pekan Budaya Jambi. Melalui pameran bertajuk "Elok Nian Merajut Tuah Merawat Marwah Adat Merangin", pengelola berupaya memberikan edukasi kepada publik mengenai kekayaan alam serta pentingnya menjaga kelestarian warisan bumi di daerah yang dijuluki Bumi Tali Undang Tambang Teliti tersebut.

Di antara bentang alam yang menonjol adalah keberadaan lima gunung, yakni Gunung Masurai, Gunung Ulu Nilo, Gunung Sumbing, Gunung Tungkat, dan Gunung Duo Beradik. Salah satu fenomena geologi paling langka ditemukan pada Gunung Tungkat. Alih-alih meletus secara eksplosif akibat tekanan vulkanik vertikal, tubuh gunung ini pecah secara alami sehingga aliran magmanya mengalir langsung menuju Sungai Tembesi.

Peristiwa vulkanologi jutaan tahun lalu itu menyisakan jejak struktur batuan kekar kolom (columnar joint) yang eksotis di sepanjang aliran sungai. Di kawasan Kolom Ngaroim, batuan berbentuk segi empat dan segi enam tersusun rapi akibat proses pendinginan magma. Formasi batuan ini diyakini sebagai salah satu sistem kekar kolom terbesar di Indonesia dan menjadi laboratorium alam bagi para peneliti domestik maupun mancanegara.

Meski menyimpan potensi besar, misteri vulkanologi di kawasan ini belum sepenuhnya terpecahkan. Status Gunung Masurai hingga kini masih diteliti karena masih menunjukkan indikasi aktivitas vulkanik minor, sementara Gunung Sumbing dipastikan sebagai gunung api aktif. Di sisi lain, Merangin juga memiliki tujuh danau eksotis, termasuk Danau Pauh yang terbentuk dari letusan purba, serta Danau Depati IV yang luasnya mencapai enam kali lipat dari danau-danau lain di wilayah tersebut.

Keberagaman bentang alam ini menjadi modal kuat bagi Merangin untuk mengakselerasi sektor geowisata. Pihak pengelola menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berbasis geologi ini tidak hanya bertujuan menarik minat wisatawan, tetapi juga untuk mendorong roda perekonomian lokal dengan tetap memprioritaskan konservasi alam serta pelestarian adat budaya setempat.