Sebanyak 38 peserta hadir dalam sesi edukatif bertajuk 'Sleep & Recharge' yang diselenggarakan di Hotel Tentrem, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye 'Women of Endurance', sebuah inisiatif dari Garmin yang berupaya merayakan ketangguhan perempuan dalam mengemban berbagai peran multitasking di era modern.
Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, Chandrawidhi Desideriani, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari keinginan untuk mensinergikan pendekatan teknologi kesehatan dengan nilai kearifan lokal Jawa yang menjunjung tinggi keseimbangan hidup. Menurutnya, ketangguhan seorang perempuan tidak hanya diukur dari seberapa giat mereka bergerak, melainkan juga kemampuan untuk mengenali kapan tubuh memerlukan jeda untuk pemulihan.
Dalam sesi tersebut, pakar pemulihan tidur, Vishal C. Dasani, menyoroti fenomena hyperarousal yang kerap melanda masyarakat urban. Kondisi di mana sistem saraf tetap dalam status siaga meski tubuh sudah letih ini menjadi penghambat utama istirahat yang berkualitas. Vishal menekankan bahwa tidur bukanlah sekadar rutinitas untuk melewatkan waktu, melainkan proses biologis krusial untuk mengisi ulang energi tubuh.
Untuk memperbaiki pola istirahat, para peserta diberikan panduan praktis seperti melakukan ritual unwinding selama 30 hingga 90 menit sebelum tidur, misalnya dengan membaca buku atau berendam air hangat guna melepas beban pikiran. Selain itu, menjaga aktivitas fisik pada siang hari dinilai sangat membantu meningkatkan dorongan alami tubuh untuk tertidur lebih cepat saat malam tiba.
Melalui kegiatan ini, Garmin berharap para perempuan dapat memandang kualitas tidur bukan sebagai kemewahan, melainkan kebutuhan mendasar. Dengan mengombinasikan gaya hidup sehat dan dukungan teknologi, setiap individu diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih tepat demi menjaga performa fisik dan kesehatan mental secara berkelanjutan.