Meta Platforms Inc. baru saja meluncurkan Muse Image, sebuah model kecerdasan buatan (AI) mutakhir yang dirancang khusus untuk menghasilkan visual berbasis perintah teks. Inovasi ini menjadi tonggak sejarah bagi raksasa teknologi asal California tersebut, setelah melakukan restrukturisasi besar-besaran dan investasi triliunan rupiah dalam pengembangan infrastruktur AI selama setahun terakhir di bawah komando Chief AI Officer, Alexander Wang.

Mulai hari Selasa waktu setempat, Muse Image hadir sebagai fitur di dalam chatbot Meta AI dan akan diintegrasikan secara bertahap ke dalam ekosistem aplikasi perusahaan, termasuk Instagram dan WhatsApp. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk menciptakan gambar baru dari nol melalui instruksi teks, maupun melakukan pengeditan pada foto yang sudah ada dengan bantuan mesin cerdas.

Tak hanya menyasar pengguna umum, Meta juga menyediakan akses khusus bagi para pengiklan untuk memproduksi materi pemasaran berbasis AI secara efisien. Salah satu fitur unggulan yang ditawarkan adalah kemampuan untuk menghasilkan visual yang menampilkan kreator atau teman berdasarkan unggahan publik di Instagram. Namun, sebagai bentuk perlindungan privasi, Meta memberikan kendali penuh kepada pengguna melalui menu pengaturan jika mereka tidak menghendaki kontennya digunakan kembali oleh model AI tersebut.

Peluncuran Muse Image menegaskan ambisi agresif Meta dalam memenangkan kompetisi di sektor AI global. Melalui rekrutmen talenta papan atas dan riset intensif, Meta kini memposisikan dirinya sebagai rival kuat bagi perusahaan-perusahaan terkemuka seperti OpenAI dan Anthropic dalam perlombaan inovasi teknologi kecerdasan buatan.