Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyoroti ketimpangan jumlah pendaftar dalam program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026. Di saat kategori beasiswa lain mengalami lonjakan peminat hingga melampaui kuota, program Beasiswa Tematik Kesehatan justru masih sepi peminat.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Fathul Alamin, mengungkapkan bahwa dari total 155 kuota yang disediakan untuk bidang kesehatan, baru sekitar 70 orang yang mendaftarkan diri. Salah satu posisi yang paling minim peminat adalah formasi dokter umum di RSUD Parikesit, yang hingga kini baru mencatat lima pendaftar dari sembilan kuota yang tersedia.

Padahal, pemerintah telah memberikan akses luas melalui lima program studi di Universitas Mulawarman, meliputi kedokteran umum, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, dan kebidanan. Fathul menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi secara masif hingga ke tingkat RT dan kecamatan guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurut analisis pemerintah daerah, rendahnya angka pendaftar bukan disebabkan oleh kurangnya informasi, melainkan masih adanya keraguan dari para pelajar, khususnya yang berasal dari luar Tenggarong, untuk bersaing dalam bidang kesehatan. "Kami ingin semakin banyak putra-putri daerah yang memanfaatkan kesempatan emas ini untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang medis," ujar Fathul.

Saat ini, seluruh berkas yang masuk sedang dalam tahap verifikasi administrasi hingga 7 Juli 2026. Setelah proses tersebut rampung, pemerintah akan melakukan pemeringkatan berdasarkan capaian akademik maupun prestasi nonakademik peserta. Secara keseluruhan, total pendaftar dari berbagai kategori beasiswa telah mencapai 5.467 proposal, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat Kukar terhadap program bantuan pendidikan pemerintah tahun ini.