Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum atau PDAM Kota Semarang tengah memperluas jejaring global guna memodernisasi sistem pengelolaan air di wilayahnya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penjajakan kolaborasi internasional dengan institusi pendidikan vokasi asal Guizhou, Tiongkok, yang difasilitasi oleh Politeknik Negeri Semarang (Polines). Kerja sama lintas negara ini akan berfokus pada alih teknologi pengelolaan air bersih, pengolahan limbah cair, hingga pemanfaatan energi terbarukan.
Direktur Utama PDAM Kota Semarang, Ady Setiawan, mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut merupakan pengembangan dari sinergi yang telah terjalin erat antara PDAM dan Polines. Kolaborasi antara dunia usaha dan akademisi ini diharapkan mampu membawa solusi inovatif bagi penyediaan air di ibu kota Jawa Tengah.
"Kami diundang oleh Polines yang saat ini bermitra dengan institusi vokasi di Guizhou, Tiongkok. Hubungan antara perguruan tinggi dan sektor industri ini diaplikasikan secara nyata melalui kerja sama tersebut," ujar Ady pada Rabu (15/7).
Menurut Ady, kemitraan ini sangat selaras dengan rencana ekspansi operasional PDAM Kota Semarang dalam waktu dekat. Perusahaan daerah ini dijadwalkan segera mengelola instalasi pengolahan air limbah (wastewater treatment) serta mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga air (hydropower) di kawasan Jatibarang.
Selain adopsi teknologi mutakhir dari Tiongkok, kerja sama ini juga membuka ruang pengembangan sumber daya manusia. PDAM Kota Semarang berkomitmen menyediakan program magang industri bagi para mahasiswa Polines maupun mahasiswa dari Guizhou untuk mempraktikkan ilmu mereka secara langsung.
Pihak manajemen mengakui bahwa transfer teknologi dari negara yang lebih maju sangat krusial, terutama dalam mengoptimalkan sistem pengolahan limbah domestik yang masih memerlukan peningkatan. Dengan teknologi baru ini, PDAM menargetkan air limbah hasil olahan dapat dimanfaatkan kembali sebagai air baku, bahkan diolah hingga memenuhi standar air minum.