Pasar kendaraan roda dua listrik berdaya rendah menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan secara global. Laporan terbaru memproyeksikan bahwa nilai pasar sektor ini akan melonjak dari US$12,3 miliar pada tahun 2025 menjadi US$17,5 miliar pada tahun 2032. Pertumbuhan ini mencerminkan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 5,1 persen selama periode tujuh tahun tersebut.
Peningkatan permintaan ini didorong oleh beberapa faktor krusial, di antaranya meningkatnya tingkat kemacetan di kawasan perkotaan yang padat serta dukungan kebijakan pemerintah melalui berbagai insentif. Selain itu, kesadaran masyarakat global terhadap isu lingkungan yang semakin tinggi menjadikan kendaraan listrik sebagai solusi ideal untuk kebutuhan perjalanan jarak pendek dan operasional layanan pengantaran barang.
Dari sisi teknis, kemajuan yang pesat pada teknologi baterai serta perluasan jaringan infrastruktur pengisian daya telah meningkatkan kenyamanan pengguna. Faktor-faktor inilah yang menjadi katalis utama bagi adopsi motor listrik, khususnya di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika Utara.
Saat ini, berbagai perusahaan otomotif terkemuka yang berbasis di China, India, dan Eropa tengah berlomba melakukan inovasi untuk memenuhi permintaan pasar yang kian dinamis. Selain di wilayah tersebut, sejumlah pasar berkembang lainnya juga mulai menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat, memberikan prospek cerah bagi ekosistem kendaraan listrik di masa depan.