Menyambut tahun ajaran baru 2026, pemerintah secara resmi mengintegrasikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ke dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah. Inisiatif ini dirancang sebagai upaya deteksi dini terhadap kondisi fisik maupun mental siswa baru, sehingga setiap peserta didik dapat memulai kegiatan akademik dalam kondisi prima.
Program ini menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK. Data hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi rujukan strategis bagi orang tua, pihak sekolah, serta tenaga kesehatan dalam memantau perkembangan kesehatan murid, sekaligus membantu menciptakan ekosistem belajar yang adaptif terhadap kebutuhan spesifik masing-masing anak.
Untuk mengakses layanan ini, pendaftaran dilakukan secara digital melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile milik Kementerian Kesehatan. Bagi siswa jenjang TK hingga SMP, proses pendaftaran wajib dilakukan oleh orang tua atau wali murid, sementara siswa jenjang SMA/SMK diberikan fleksibilitas untuk melakukan registrasi secara mandiri.
Tahapan pendaftaran dimulai dengan mengunduh aplikasi SATUSEHAT melalui Google Play Store atau App Store, kemudian melakukan login atau pembuatan akun baru. Pada menu 'Profil Tertaut', orang tua dapat menambahkan data anak yang akan didaftarkan. Pengguna kemudian diarahkan untuk masuk ke menu 'Tiket Pemeriksaan' dengan mengisi identitas lengkap, termasuk nomor BPJS Kesehatan, riwayat penyakit, serta informasi lokasi sekolah.
Setelah melengkapi data dan menyetujui formulir persetujuan, sistem akan menerbitkan tiket cek kesehatan secara otomatis. Langkah terakhir adalah menyelesaikan skrining kesehatan mandiri yang tersedia dalam aplikasi. Melalui prosedur yang terintegrasi ini, pemerintah berharap kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga medis dapat memastikan setiap peserta didik siap menjalani proses pendidikan dengan optimal.