Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menjalin kolaborasi strategis dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melalui penyelenggaraan Participatory Workshop bertajuk studi UNDERVAC-ID. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston, Kota Serang, pada 7 Juli 2026 ini difokuskan pada penguatan komitmen daerah serta sinergi multisektoral untuk mengejar target cakupan imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Hasil dari diskusi intensif selama dua hari tersebut telah memetakan berbagai tantangan terkait fenomena zero dose dan ketidaklengkapan imunisasi. Sebagai solusi, tim ahli dan pemerintah merumuskan enam poin rekomendasi utama, termasuk inisiatif menjadikan bukti imunisasi sebagai syarat administratif pembuatan akta lahir dan syarat kelayakan masuk sekolah melalui kebijakan Wali Kota.
Langkah preventif lainnya mencakup intensifikasi kampanye di media sosial, pelibatan aktif tokoh agama dan masyarakat, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan. Uniknya, program ini juga mengusung inovasi 'Hari Ayah Imunisasi' dan pembentukan komunitas advokasi ayah guna meningkatkan keterlibatan peran orang tua dalam mendukung kesehatan anak.
Asisten Daerah 2 Kota Serang, Yudi Suryadi, menyatakan dukungannya terhadap seluruh rekomendasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak pemerintah akan segera menindaklanjuti hasil diskusi ini kepada pimpinan daerah untuk kemudian diimplementasikan secara kolektif bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan elemen masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanudin, mengapresiasi kontribusi iMERI dan tim UNDERVAC-ID atas pendampingan teknis yang diberikan. Pihaknya optimistis bahwa sinergi yang terjalin antara akademisi dan pemerintah daerah ini akan menjadi katalisator efektif dalam menciptakan generasi anak yang lebih sehat di Kota Serang.