Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan kini menjadikan lingkungan sekolah sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Inisiatif strategis ini dirancang untuk memantau kondisi kesehatan peserta didik secara komprehensif sekaligus memastikan proses tumbuh kembang mereka berjalan optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menyatakan bahwa pemeriksaan yang menyasar sekolah bertujuan untuk memetakan dinamika masalah kesehatan yang kerap dialami anak usia sekolah. Melalui pendekatan ini, otoritas kesehatan dapat memperoleh data akurat mengenai prevalensi gangguan kesehatan spesifik pada generasi muda.

"Melalui program CKG, kami melakukan pemetaan terhadap isu kesehatan yang dominan, seperti karies gigi, gangguan penglihatan, hingga status gizi anak. Data ini menjadi basis krusial bagi puskesmas setempat untuk menentukan langkah intervensi medis maupun edukasi yang diperlukan," ungkap dr. Dini, Kamis (9/7/26).

Lebih lanjut, dr. Dini menjelaskan bahwa temuan medis di lapangan akan ditindaklanjuti secara berjenjang oleh puskesmas terkait. Penanganan tersebut mencakup beragam metode, mulai dari edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, pemeriksaan lanjutan yang lebih mendalam, program pendampingan gizi, hingga pemberian rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi jika diperlukan.

Program ini ditegaskan bukan sekadar seremonial pemeriksaan, melainkan upaya mitigasi jangka panjang agar anak-anak mendapatkan intervensi sedini mungkin. Dengan optimalisasi CKG baik di sekolah maupun puskesmas, Pemkot Tangerang berkomitmen untuk meminimalisir risiko penyakit serius di masa depan bagi anak-anak di wilayah tersebut.