Dosen Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Denny Agustiningsih, menegaskan bahwa latihan beban merupakan komponen krusial dalam menjaga kebugaran tubuh secara menyeluruh. Menurutnya, setiap gerakan otot yang dilakukan akan memicu pelepasan protein spesifik seperti myosin dan actin yang berperan penting dalam proses regenerasi, perbaikan sel, hingga pencegahan berbagai penyakit degeneratif.

Prof. Denny menekankan pentingnya sinergi antara olahraga kardio dan latihan beban. Meskipun kardio efektif meningkatkan kapasitas jantung dan paru-paru, latihan beban memberikan keuntungan tambahan melalui pelepasan protein yang lebih masif untuk memperbaiki kerusakan jaringan otot. Ia menyarankan masyarakat mengikuti panduan WHO dengan melakukan olahraga kardio seperti berenang atau berlari sebanyak 3-5 kali seminggu, yang dikombinasikan dengan latihan beban atau kelenturan minimal dua kali dalam seminggu.

Menariknya, latihan beban tidak harus selalu dilakukan di pusat kebugaran dengan peralatan mahal. Aktivitas seperti push-up, pull-up, plank, hingga squat di rumah sudah cukup efektif untuk melatih otot. Kebiasaan ini sangat disarankan untuk dimulai sejak usia muda guna mencegah kelemahan fisik dan postur tubuh membungkuk di masa tua, sekaligus memastikan tubuh tetap bugar seiring bertambahnya usia.

Dari sisi medis, Prof. Denny menjelaskan bahwa latihan beban memberikan efek domino positif bagi jantung dan otak. Peningkatan aktivitas otot akan memicu jantung bekerja lebih optimal untuk menyuplai nutrisi, sementara peningkatan aliran darah ke otak dapat menstimulasi pelepasan hormon kebahagiaan serta meningkatkan ketajaman kognitif. Penting untuk diingat bahwa pemberian beban harus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan agar organ jantung dapat beradaptasi dengan baik.

Sebagai penutup, ia mengingatkan pentingnya sesi pemanasan dan peregangan sebelum maupun sesudah berolahraga untuk meminimalisir risiko cedera. Konsistensi dalam memadukan kedua jenis latihan ini menjadi kunci utama agar kesehatan otot dan tulang tetap terjaga, sehingga kapasitas intelektual yang baik tetap diimbangi dengan kebugaran fisik yang prima hingga usia senja.