Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara menjalin kolaborasi strategis dengan pengelola Basecamp Gunung Kembang via Lengkong untuk mengintensifkan pengawasan di sepanjang jalur pendakian. Langkah preventif yang berlangsung pada Sabtu (4/7) ini menyasar kawasan hutan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sigedang, Wonosobo, sebagai respons atas meningkatnya angka kunjungan wisatawan selama musim libur.
Dalam patroli tersebut, petugas gabungan tidak hanya memastikan kelayakan dan keamanan infrastruktur jalur pendakian, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada para pendaki. Fokus utama dari sosialisasi ini mencakup pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta kewaspadaan tinggi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Para pendaki diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan menghindari segala bentuk aktivitas yang melibatkan penyulutan api.
Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Naufal Rafif, menekankan bahwa sinergi ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam mengedepankan aspek keselamatan pengunjung sekaligus menjaga kelestarian ekosistem hutan. Menurutnya, pemanfaatan kawasan hutan sebagai destinasi wisata harus tetap berjalan selaras dengan prinsip konservasi yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, aktivitas wisata di Gunung Kembang diakui memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar melalui sektor jasa transportasi, penyewaan alat pendakian, hingga penyediaan akomodasi. Kehadiran patroli rutin ini diharapkan mampu menjaga iklim wisata yang kondusif, sehingga manfaat ekonomi yang dirasakan warga lokal dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Apresiasi atas langkah ini disampaikan oleh pihak pengelola basecamp, Alfian, yang menilai bahwa kolaborasi tersebut sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran pendaki. Dengan terjaganya keamanan dan kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Kembang, diharapkan kepercayaan wisatawan akan terus meningkat, yang pada akhirnya akan memperkuat pertumbuhan pariwisata berbasis alam di wilayah tersebut.