Universitas Kristen (UK) Maranatha secara resmi mengoperasikan gedung baru Fakultas Teknologi dan Rekayasa Cerdas (FTRC) di kampus utama, Bandung, pada Senin (29/6/2026). Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam transformasi institusi untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap dinamika industri serta kemajuan ilmu pengetahuan terkini.
Gedung empat lantai ini tidak sekadar berfungsi sebagai ruang kelas, melainkan dirancang sebagai pusat kolaborasi riset yang solutif. Berbagai fasilitas penunjang modern telah disiapkan, termasuk laboratorium khusus hidrolika, mekanika tanah, robotika, hingga laboratorium kecerdasan buatan (Computer Vision Artificial Intelligence Laboratory/CVAIL). Dekan FTRC, Radiant Victor Imbar, menegaskan bahwa pembaruan fasilitas ini merupakan wujud komitmen universitas dalam menyediakan lingkungan akademik yang kondusif bagi pengembangan inovasi.
Fokus utama FTRC saat ini adalah menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat melalui berbagai kolaborasi strategis. Salah satu kontribusi signifikan yang tengah dijalankan adalah keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam proyek internasional SATREPS. Dalam program ini, tim FTRC mengembangkan teknologi simulasi gempa berbasis *virtual reality* (VR) yang bekerja sama dengan berbagai instansi seperti BRIN, BMKG, serta institusi global dari Jepang untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di Indonesia.
Selain inovasi berbasis digital, FTRC juga memperluas jangkauan risetnya ke ranah pengelolaan lingkungan melalui HydroLink. Pusat unggulan ini berfokus pada manajemen sumber daya air berkelanjutan dan baru saja mendapatkan dukungan hibah internasional dari United Board for Christian Higher Education in Asia. Kehadiran infrastruktur baru ini diharapkan mampu memacu produktivitas riset para pakar, termasuk ahli kecerdasan buatan Oscar Karnalim, guna memperkokoh posisi UK Maranatha sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada kemanfaatan sosial.